Rabu, 16 Juli 2014

wanita dan belanja

Banyak orang mengatakan bahwa wanita dan belanja adalah dua hal yg tidak bisa di pisahkan, benarkah?
Ternyata tidak semua wanita seperti itu. Aku, misalnya.
Aku memang wanita, punya hasrat berbelanja memang iya, tapi hasrat untuk berbelanja aku pribadi tidak se-ekstrim kebanyakan wanita pada umumnya.
Banyak wanita yang kalap jika melihat label discount di sebuah mall ataupun tempat-tempat berbelanja. Kadang mereka rela berdesak-desakan hanya utuk membeli barang tersebut walau sebenarnya barang itu tidak begitu dibutuhkan, misalnya.
Atau ada juga jenis wanita yg kalap jika melihat kosmetik, karena terobsesi ingin tampil putih ataupun ingin tampil beda tapi malah ga dipake  dan cuma jadi pajangan dirumah.
Selain itu ada juga wanita yg gemar berbelanja online, dan for your information aku belanja online baru sekali seumur hidup, karena itupun memang bujuk rayu dari temen. Menurutku berbelanja langsung dengan melihat barangnya dan bertemu penjualnya itu lebih puas, dan ga harus menunggu lama tentunya.
Bagi aku sendiri, belanja memang hal yg perlu tapi harus sesuai juga. Apakah kita memang perlu membelinya atau memang hanya karena 'terlihat lucu' semata?
Dizaman aku masih labil memang setiap melihat barang yg lucu dimata aku pasti beli berapapun harganya, setelah itu hanya jadi pajangan kemudian berakhir di tempat sampah.
Tapi sekarang aku berpikir berbeda dengan kebanyakan wanita, jika aku punya uang selalu aku tabung, atau aku investasikan ke bentuk barang yg memang gak akan berakhir ditempat sampah, yg kelak jika kita bosan kita bisa menjualnya lagi. (Emas, misalnya.)
Tak hanya itu, aku juga bukan type orang yg gemar berdandan ria seperti wanita pada umumnya. Walau ada masanya dulu ketika masih labil aku suka beli macem-macem make up yg akhirnya aku buang juga karna ga suka. Aku bukan orang yg ribet, jalan harus pake baju dobel dobel ataupun make up berlapis lapis.
Dulu memang ketika kecil aku adalah tupe cewe yg tomboy, teman kecilku kebanyakan lelaki, hobby manjat, rambut pendek, dan blablabla.. Dan waktu dari kecil aku bukan org yg boros, punya uang di kumpul kalo banyak beli sekalian yg mahal yg emang aku perlu dan aku suka.
Kebiasaan itu mungkin yg masih terbawa hingga sekarang beranjak dewasa, meakipun aku juga pernah terbawa arus beli-beli yg cuma terlihat lucu, tapi sekarang kebiasaanku udah berganti lagi, dan aku bersyukur banget ga punya kebiasaan wanita pada umumnya.
Ya begitulah, sifat dan kebiasaan seseorang tidak bisa di samaratakan, jadi yg beranggapan wanita dan belanja adalah suatu hal yg tidak bisa di pisahkan itu "salah besar". Sekian. :)