Rabu, 16 Juli 2014

Syukur..

Syukur. Ya, kata syukur merupakan sebuah ungkapan, sebuah makna yg menyatakan rasa terimakasih kita akan suatu hal.
Ungkapan rasa syukur sendiri bisa dengan berbagai macam pengungkapan bahkan ekspresi.
Kita sebagai manusia sudah sewajibnya bersyukur tiada henti atas anugrah Tuhan yg tak terhingga, atas nikmat-Nya yg tiada terkira.
Kadang kita lupa akan rasa syukur, terlalu tenggelam dalam hasrat duniawi yg menggelapkan hati. Lupa bahwa setiap ruas kuku yg tumbuh setiap hari adalah dengan kehendak-Nya.
Syukur bukan perkara kita berterimakasih karena mendapat limpahan materi semata, banyak hal-hal kecil bahkan kasat mata yg seringkali kita lupa untuk mensyukurinya.
Setiap hari, bahkan detik, kita bernafas dengan gratis, menghirup oksigen sebanyak yg kita mau, tanpa di sadari banyak saudara kita yg bahkan sulit untuk bernafas, setiap kali ingin menghirup harus membeli oksigen dengan harga yg tidak murah, kita telah lupa.
Setiap hari kita melihat sinar matahari muncul dengan indahnya, terik dengan silaunya, terbenam dengan anggunnya. Kadangkala kita juga lupa bahwa rintik hujan begitu luar biasa indahnya, terjatuh setitik demi setitik dari langit, memanjakan pandangan kita. Tapi kebanyakan dari kita lupa bahwa banyak saudara kita yg tak bisa melihat betapa indahnya keagungan Tuhan. Bukan hanya untuk melihat terbenamnya matahari, bahkan untuk melihat anggota keluargapun tidak mampu karena keterbatasannya.
Setiap hari kita dikelilingi oleh keluarga yg utuh, menikmati setiap waktu yg berlalu dengan penuh canda dan tawa penuh kasih. Kita lupa bahwa banyak di antara kita yg tak lagi memiliki orangtua, bahkan ada yg hidup sebatangkara.
Dimana rasa syukur kita terhadap anugrah hidup yg telah Allah swt berikan? Masih pantaskah kita mengeluh diantara jutaan orang yg menginginkan hidup seperti kita? :')